Senin, 29 Juni 2015

Praktis: Udang Balut Tepung Roti

۩۞۩ سْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم ۩۞۩

Bismillahirrahmanirrahiiim.. Assalamu'alaikum😊

       Hello guys! Gimana Ramadhan kalian? Udah penuh berkah belum? Sudah khatam berapa kali bulan Ramadhan ini? Hehehe.. Selamat puasa ya bagi pembaca setia yang menjalankan. Jangan lupa isi Ramadhan dengan hal-hal yang bermanfaat😊 Pagi sampe siang bikin kesibukan yang bermanfaat, malam sampe dini harinya banyakin aktifitas yang menambah iman. Btw lama banget ya saya ga ngepost artikel seputar resep masakan. Hm.. Habisnya waktu masak mesti lupa ga ngefoto. No pict hoax kan ya:)))

       Oh iya, saya ucapkan selamat bagi teman-teman yang sudah keterima SNMPTN! Juga selamat bagi teman-teman yang sudah menjalankan SBMPTN dan berbagai tes-tes serupa untuk masuk ke Perguruan Tinggi yang dicita-citakan. Semoga kedepannya bakalan tambah rajin, berprestasi, dan membuat orang tua bangga ya! Aamiin..

       Karena saya sudah tidak ada kerjaan lagi saat pagi sampe siang bolong (kecuali nunggu tugas ospek yang ngga nongol-nongol,bhahaha😅) hm saya bakalan luangin waktu buat kalian, iya, kalian...entah dimana dan sedang apa😂 Kali ini resep masakannya ga jauh-jauh dari seafood. Ngomongin tentang seafood, sudah #BeliYangBaik belum? Baca klasifikasinya dalam Lingkungan di: WWF: Seafood Guide dan jangan lupa tandatangani program petisi untuk penyelamatan bumi: Change.org: Saya Beli yang Baik untuk Selamatkan Bumi

       Bukan promosi gaes, haha. Sekedar share langkah kecilll untuk menyelamatkan bumi kita😆 Eniwei, seafood kali ini saya mengambil udang. Ini masakan kategorinya gampang banget buat dimasak! 2015 no ruwet no mbulet! Alias praktis. Udang Balut Tepung Roti. Yuk langsung simak aja. Hope you guys enjoy~


🍤 Udang Balut Tepung Roti 🍤 




🌸  Bahan-Bahan 🌸

                                                                       250gr    udang
                                                                       150gr    tepung roti
                                                                      2 butir    telur
                                                              secukupnya   garam

udah. itu aja. serius. praktis plus minim biaya kan?

🌸 Langkah Membuat 🌸 

1. Kupas kepala dan kulit bagian perut udang (sisakan ekor) lalu cuci bersih.

2. Kocok telur, tambahkan garam secukupnya lalu masukkan udang ke dalam telur. Diamkan selama ±10menit 


3. Siapkan piring yang berisi tepung roti. Guling-gulingkan udang dalam tepung roti yang sudah disediakan sambil sedikit ditekan-tekan supaya tepung rotinya bisa melekat pada udang. Lakukan hingga udang habis.


👇

 4. Goreng udang yang telah terbalut tepung roti ke dalam minyak panas dan api kecil. Goreng hingga kuning keemasan. Karena bulan ini bulan puasa, nggorengnya 20menit sebelum berbuka ya, sebelum menyiapkan minuman, hehe. Bentar kok nggorengnya. Tips biar ga lama nunggu minyak panas: Gedein dulu api sampe minyak panas, baru ntar kecilin apinya.

5. Angkat, tiriskan. Hidangkan bersama saus selagi hangat🍴🍴. Tapi ingat, nunggu adzan Maghrib..



      Gimana guys? Uda dapet inspirasi masakan yang praktis buat buka puasa belum? Hehe.. Nah itu dia Udang Balut Tepung Roti cara simple. Gampang kan? Ingat pepatah baru: *Enak engganya tergantung kamu laper engganya* 😅👌 InsyaAllah kalo belajar masak terus ntar juga bisa masak makanan lain yang enak-enak kok😊
Next article insyaAllah tentang Bubur Kentang Susu ya. Pantengin terus! Hehe *kabur*

Wassalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Marhaban ya Ramadhan🙏

Jumat, 29 Mei 2015

Dear Future Husband


۩۞۩ سْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم ۩۞۩

"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."

Assalamu'alaikum Wa rahmatullahi Wa Barakatuh..


namamu masih sering kusebut
dalam bingkisan do'a ku
namamu yang masih ku simpan
dalam memori tersendiri dalam ingatanku
namamu yang tak bisa kutinggalkan
saat aku memohon dan meminta kepada Rabbku
             sebuah nama yang entah itu akan Allah pertemukan dan satukan denganku
             hanya Allah Yang Maha Tahu
saat ini memang aku jauh dari dirimu
bahkan melihatmu pun aku tak mampu
saat ini memang aku tak selalu ada
untuk menemani dan mendampingimu
             engkau yang jauh di mata namun dekat dalam do'aku
             engkau yang mungkin pernah bertemu denganku
             namun Allah belum izinkan untuk bersatu
tanpa kau meminta..aku selalu mendoakanmu
mendoakan keberhasilan dan proses memperbaiki dirimu
untuk menjadi pangeran bertaqwaku karena Allah
semoga Allah selalu menjaga hati, niat, dan iman kita
untuk mengejar ridhoNya selalu
             sebuah nama yang ku sebut adalah
             untuk kamu..jodoh calon imamku
entah dimana
entah kapan
entah seperti apa caranya bertemu
dan entah siapapun itu
aku menunggu dalam penantianku
entah pula jodohku yang akan menjemput lebih dulu
atau maut yg menghapiriku terlebih dahulu
             yang aku tahu ketika aku disni memperbaiki diriku
             saat itu pula Allah memperbaiki dirimu
             yang aku tahu jika maut menjemputku lebih dulu
             mungkin Allah pertemukan aku dengan dirimu
             ditempat yang Allah janjikan untukku  

       Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, untukmu calon imamku dimanapun kamu berada. Semoga kamu selalu dalam lindungan Allah...aamiin. Saat ini mungkin kita belum dipertemukan Allah atas ridhoNya. Tapi yakinlah, tulang rusukmu yang ada padaku saat ini inshaAllah akan kujaga sekuat tenaga hingga Allah mempertemukan kita dengan caraNya. Aku tidak tahu apa-apa. Apakah kita pernah bertemu sebelumnya, apakah kita pernah berbicara sepatah dua kata, apakah kita pernah tersenyum satu sama lain, apakah kita pernah merangkai sebuah kisah yang kita tak tahu. Hanya Allah-lah Yang Maha Tahu.

       Wahai seseorang yang telah tertulis dalam Lauhul Mahfudzku, imamku, dan ayah anak-anakku kelak...perjalanan kita masih panjang. Aku baru saja akan menginjak bangku kuliah. Bagaimana dengamu? Apa engkau juga baru menginjak bangku kuliah? Ataukah sudah mendahuluiku beberapa semester? Masih banyak kewajiban-kewajiban yang harus aku penuhi dalam penantianku. Masih banyak perbaikan-perbaikan diri untuk memantaskanku di hadapanmu kelak.


       Penantian memang bukanlah sesuatu yang mudah. Melatih kesabaran dan menjaga diri agar tetap istiqomah pasti memiliki banyak rintangan. Namun bisa jadi dengan begitulah Allah ingin menguji kita seberapa besar kecintaan kita padaNya, terlebih dalam hal menanti dalam taat. Mungkin saja dirimu kini telah ada di level yang lebih tinggi dariku hingga aku harus terus berjuang memantaskan diri untuk pantas mendampingimu, atau mungkin sebaliknya. Itulah mengapa kita harus terus berusaha memantaskan diri satu sama lain, hingga kita berada di level yang sama dan waktu yang tepat, inshaaAllaah. Saat penantian ini, apa yang paling kau harapkan dari diriku?

        Dear my future husband, jika Allah memilihmu untukku nanti, tolong cintai aku karena Allah. Calon Pangeran Surgaku, kelak aku akan merindukanmu melantunkan sholawat indah, menjadi imam di setiap sholat berjamaah kita, mengkoreksi hafalan ataupun bacaan Qur’an, membetulkan posisi mukena ataupun kerudung yang kupakai atau nasehat-nasehat yang menentramkan setiap amarah dan kegalauan. Bimbinglah aku, agar kelak aku dapat mengenalmu secara utuh. Tetaplah yakin dan berusaha sekuat tenaga untuk memperbaiki diri dalam penantian ini.


       Aku percaya kamu sedang memperbaiki dirimu pula. Memantaskan dirimu hingga Allah menginjinkan kita untuk bertemu. Aku percaya bahwa kamu sedang menempa beribu cobaan untuk mencapai cita-citamu. Aku percaya bahwa kamu sedang mengkaji, belajar ilmu dunia, terutama ilmu akhirat. Aku percaya bahwa Al-Qur'an selalu ada di hatimu, selalu terucap dari bibirmu, dan dzikir selalu melantun menemani langkah jihadmu.

       Begitu pula aku, aku sedang belajar. Belajar menempa diri dari ego dunia. Belajar membaktikan diri agar menjadi berguna bagi nusa, bangsa, dan seluruh orang yang ada di muka bumi. Belajar meniti cita-citaku menjadi biotech researcher. Belajar ilmu dunia, terutama ilmu akhirat. Belajar untuk menundukkan pandanganku, menjaga hati serta pikiranku. Meskipun kau adalah imam bagi anak-anakku, ibu adalah madrasah pertama bagi mujahidah kecilnya nanti. Aku sedang menempa diri, untuk menjadi seorang Khadijah untukmu, yang menjadi tempatmu membagi resah. Seseorang yang kau datang padanya, saat kau tak tahu lagi akan datang pada siapa. Seseorang  yang menguatkanmu dan menggenggam selalu tanganmu dalam perjalanan jihadmu. Akupun ingin menjadi ‘aisyahmu, seorang yang membuatmu tersenyum dan kembali ceria saat penatmu mulai datang, seseorang yang menyerap ilmu darimu dengan sempurna dan membenarkan apa-apa yang salah dalam lakumu. Aku ingin menjadi Fatimahmu, yang selalu sabar mendampingimu. Aku ingin menjadi seperti Siti Hajarmu, yang tak gentar saat kau tinggalkan di padang pasir tandus dengan seorang bayi mungil di pelukan. Tak takut akan kehilanganmu, karna keyakinanku pada Rabbku lebih besar daripada yakinku padamu. Cintaku padamu, tak akan mengalahkan cintaku pada Rabbku. Usahaku tidaklah mudah, aku yakin, begitu juga dengan usahamu.


       Duhai calon imamku, engkaulah rahasia terbesarku. Kehadiranmu kelak akan sempurnakan hidupku, sempurnakan separuh agamaku. Maka bimbing aku dalam sabarmu. Biarkanlah kekurangan-kekurangan dalam diri kita dapat disempurnakan oleh kita satu sama lain. Jika kelak telah mengenalku dan hidup bersama kemudian ada tutur kata atau perilaku yang kurang kau senangi dariku, tolong maafkanlah aku. Pasti kau juga tau bahwa di dunia ini tak ada makhluk Allah yang diciptakan sempurna, maka dari itulah kita dijodohkan untuk saling menyempurnakan. Jangan bosan-bosan untuk saling menasehati, untuk tumbuh bersama dan berusaha untuk menjadi hambaNya yang lebih baik dan lebih baik lagi dari hari ke hari.


        Seseorang yang telah tertulis dalam Lauhul Mahfudzku, aku selalu mendoakan agar kamu selalu berada di jalan Allah. Jangan sampai kamu salah memilih jalan. Jagalah dirimu dari hal-hal yang dilarang agama. Berusahalah membahagiakan orang tuamu. Jaga sikap dan tutur katamu. Aku yakin bahwa kamu orang yang sabar. Tetap semangat dan jangan putus asa dalam hijrahmu. Jika siang berganti malam dan malam berganti siang, jangan lupa panjatkan doa padaNya, bersyukur dengan berucap "Alkhamdulillah". Jika kelak aku belum seperti Khadijahmu, Aisyahmu, Fatimahmu, maupun Siti Hajarmu, maka..bimbinglah aku agar aku dapat menjadi seperti mereka di matamu.
 
       Segala resah, inshaAllaah akan menuai berkah. Hingga tiba hari yang indah. Berserahlah kepada Allah, nantikan janji Allah yang pasti hingga kau pantas. Mohonlah ridho kepada Allah seperti hamba-hambaNya yang menanti dalam taat. Jangan pernah kau merasa sendirian, sebab kau selalu bersama Allah hingga waktu itu tiba. Semoga kita bisa terus beristiqomah menanti dalam taat karenaNya ya... aamiin.

"Ya muqallibal quluubi tsabbit quluubanaa 'ala diinika."
"Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkan hati kami atas agamaMu."





Senin, 25 Mei 2015

Bertambahnya Usia

۩۞۩ سْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم ۩۞۩

"Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."

Assalamu'alaikum Wa rahmatullahi Wa Barakatuh..


Ya Allah... Kau ciptakan aku dari tiada, menjadi ada...
kemudian Kau kembalikan aku kepadaMu,...
Ya Allah, kehidupanku bejalan dan berputar
sesuai dengan kehendakMu
             Ya Allah, hari ini telah sampai usiaku dalam kedewasaan
             jadikanlah aku menjadi khusyuk dan tawaduk
             dalam menerimah hikmah dan berkahMu
bertambah usia dalam hitunganku,
kerkurang pula usiaku dalam hitunganMu..
             Ya Allah, panjangkanlah usiaku agar aku dapat
             hidup dan menjadi bermanfaat bagi ummatMu yang lain
panjangkanlah usiaku agar aku dapat lebih
memandang hidup dengan penuh makna
dalam kebesaranMu
             panjangkanlah usiaku
             agar kelak aku dapat membersarkan anak-anakku
             untuk dapat tunduk dan berbakti kepadaMu
panjangkanlah usiaku agar aku dapat lebih bersyukur
atas nikmat dan rezeki yang Engkau anugerahkan kepadaku
             Ya Allah, jadikanlah agar aku termasuk dalam orang-orang yang senantiasa bersyukur
             terhadap rezeki dan anugrah yang Engaku berikan
Ya Allah, terimakasih Engkau telah mengangkat kami (manusia)
menjadi makhluk dengan derajat yang tinggi
terimakasih Engkau telah memberikan cahaya keimanan
kepada kami agar kami dapat mengenalmu
***

Alkhamdulillaah..

       Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas segala limpahan kasih sayangnya kepada kita semua. Alkhamdulillah, pada tanggal 25 Mei 2015 ini saya telah genap mencapai usia 18 tahun. Telah bertambah umur ini. Alkhamdulillaah.

"Ya Allah Ya Tuhanku, berilah hamba peluang, rahmatMu untuk bersyukur kepadaMu Ya Allah atas segala nikmat yang Engkau kurniakan kepada hamba dan juga nikmat yang Engkau beri kepada kedua ibu bapaku dan semoga Engkau memberi peluang kepadaku untuk melakukan amal yang soleh yang Engkau ridhai. Ya Allah, semoga Engkau memberikan zuriat yang baik dan soleh dan semoga Engkau memperbaiki zuriatku ini. Sesungguhnya aku bertaubat kepadaMu dan sesungguhnya aku ini dari kalangan orang-orang yang berserah diri." (QS Al-Ahqaf 26:15)

       Terima kasih yaAllah, Engkau masih mengizinkan hambaMu ini untuk bernafas dengan udaraMu. Syukur yaAllah ya Rabb, mudah-mudahan dengan umur yang diberi ini hamba bisa terus berusaha sekuat semampu untuk melakukan lebih banyak amal ibadah.

       Saya harus bersiap-siap untuk melangkah menuju hari esok yang penuh harapan. Menghadapi masa-masa indah dengan penuh semangat, impian, dan prestasi. Semoga Allah senantiasa memberikan jalan terbaikNya kepada saya. Semoga Allah memudahkan segala urusan dunia dan akhirat saya dengan memperkuat iman dalam menghadapi segala ujianNya.


       Setiap hari saya berfikir, kekadang sebelum tidur..apa yang telah saya lakukan hari ni? Kebaikan atau keburukan? Ikhlas atau tidak? Bagaimana hitungan amal saya? Saya menjadi takut kiranya telah melakukan perkara yang bisa mengundang murka Allah. Semoga Allah selalu melindungi kita semua dari melakukan segala perbuatan keji, maksiat, kemungkaran yang membawa kita kepada kemurkaanNya. 

        Pada kesempatan kali ini, saya akan ngeshare tentang makna dalam bertambahnya usia. Banyak orang merayakan hari ulang tahunnya dengan pesta-pesta besar dan meriah. Terhanyut dalam gemerlapnya pesta dan perayaan tanpa berpikir mengenai makna dari ulang tahun tersebut. Kalo kita coba renungkan, sebenarnya apa sih makna yang terkandung dalam hari ulang tahun itu?

Bertambahnya Pengalaman Hidup

Pastinya dengan semakin bertambahnya usia kita, semakin bertambah pula pengalaman hidup kita. Pengalaman yang akan menjadi modal yang berharga untuk kehidupan di masa depan. Apapun pengalaman kita, baik ataukah buruk...sangat berharga sebagai cermin untuk melanjutkan kehidupan di hari esok. Semua itu akan mengantarkan kita menjadi dewasa dalam menghadapi segala sesuatu.

Berkurangnya Jatah Hidup di Dunia

Setiap manusia memiliki jatah umur masing-masing yang telah ditetapkan oleh Yang Maha Kuasa. semakin bertambah usia kita, berarti semakin dekat kita dengan kematian. Sisa hidup yang kita miliki tidaklah kita ketahui. Ada baiknya diisi dengan sebaik-baik bekal. Iman, ketaqwaan, kedewasaan yang mengarahkan kita kepada hal-hal yang positif.

Momen untuk Bersyukur

Ideal-nya setiap hari bahkan setiap saat kita bersyukur. Namun kadang kita sering lupa kepadaNya. Oleh karena itu, jadikanlah hari lahir ini sebagai momen untuk bersyukur atas segala nikmat yang telah Dia berikan. Aplikasi dari momen ini bisa kita mulai dengan tidak membiasakan menulis status di facebook, twitter, dan jejaring sosial lainnya yang berisi umpatan, cacian, makian, keluh kesah dan sejenisnya, banyak hal yang bisa kita kita publikasikan dengan hal-hal yang bermanfaat. Semoha Allah senantiasa menjauhkan kita semua dari hal-hal yang tidak bermanfaat. Aamiin...

Momen untuk Muhasabah dan Refleksi Diri

Merenungi tantang semua yang telah kita perbuat di masa yang lalu dan berusaha untuk memperbaikinya di masa depan. Dengan bertambahnya pengalaman dapat membuat kita menjadi orang yang senantiasa berfikir tegas dan cekatan. Kebodohan yang datang dari masa lalu dapat membawa kepandaian di masa yang akan datang. Kesalahan kita yang lalu-lah yang dapat membawa kita menuju lembah yang penuh keteladanan.

Momen untuk Merefresh Proposal Hidup

Menata dan memantapkan kembali rencana hidup di masa depan, mempersiapkan diri dan memotivasi diri menjadi pribadi yang lebih baik. Memahami dimana tempat kita berdiri sekarang. Sebab sukses tak ditentukan oleh setinggi-tinggi tempat dimana kita berpijak. Tetapi ditentukan oleh pemahaman terhadap tempat yang kita pijak sekarang, pemantapan tatanan di masa depan, dan langkah-langkah yang kita mulai sesuai dengan tempat dan kondisi kita hari ini. Bukan saatnya meratapi kedudukan yang rendah. Bersyukurlah, sebab kita semua bisa memulainya sesuai dengan cara kita masing-masing. Sederhana dalam ucapan namun hebat dalam tindakan. Be yourself for you is enough.

       Sudah saatnya undur diri. Hanya ucapan maaf yang terlontar bila ada salah kata ataupun makna dalam pembuatan artikel ini. Semoga apa yang saya sampaikan dapat berguna bagi kita semua. Dan semoga kita semua dapat menjadi berguna bagi nusa dan bangsa. Aamiin.... :)