Sabtu, 24 Juni 2017

Ramadhan Bergegas Pergi


۩بسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم ۩


"Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."




       Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, selamat pagi/siang/sore/malam* pembaca setia teman-teman yang tidak sengaja nyasar ke blog saya. (*nb: coret yang tidak perlu) Kembali lagi bersama saya, Annisa Miftakhul Janna. Pada kesempatan kali ini saya mengucap syukur yang lebih karena Allah, karena atas ijin-Nya saya bisa menuntaskan artikel ini.


Alhamdulillah.


       Waktu sungguh cepat berlalu. Bila kita berjalan lurus, mungkin kita tidak menyadari akan suatu perubahan. Tapi coba sekarang tengok ke belakang, semuanya telah berubah. Mungkin sebagian dari kita memegang teguh bahwa diri kita tidak berubah alias sama saja, kita yang sekarang adalah kita yang dulu. Tapi coba lihat setelah selang waktu kalian menjalani kehidupan kalian, yet everything has changed.


       Waktu berjalan begitu cepat. Time flies like a jet. Ramadhan akan pergi meninggalkan kita. Rasanya baru saja kita merasakan tarawih pertama, sahur pertama, tadarus pertama, tahajjud pertama, super-istiqomah-di-jalan-Allah pertama pada awal bulan suci Ramadhan ini. Namun sekarang lihatlah, kita semua hampir mencapai puncak bulan Ramadhan. Tak terasa, esok telah lebaran. Bulan Syawal akan menggantikan bulan Ramadhan.


       Pertama-tama saya ingin mengucapkan kepada teman-teman yang lagi membaca artikel ini,


 “Taqoballahu minna wa minkum, wa shiyamana wa shiyamakum.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H.

Minal aidin wal faizin wal maqbulin.

Mohon maaf lahir dan batin.”


      Mungkin selama saya menulis, ada kata yang salah atau tidak sengaja menggambarkan kehidupan Anda. Itu semua dilandasi dengan unsur ke-tidak-sengaja-an. Mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Alhamdulillah, kita semua mulai dari 'Nol'.


       Kedua, saya ingin mengucapkan selamat tinggal pada bulan suci yang penuh berkah ini, bulan Ramadhan. Allah ya Rabbi, begitu cepat Ramadhan akan pergi meninggalkan kita. Sungguh tak ada perpisahan yang tidak menyesakan dada


“Ya Allah, janganlah Engkau jadikan puasa wajib ini sebagai yang terakhir dalam hidup saya. Seandainya Engkau berketetapan sebaliknya, maka jadikanlah puasa saya ini sebagai puasa yang dirahmati bukan yang hampa semata.”


       Sang waktu kembali menunjukan kekuatannya. Bulan suci akan segera pergi, yang saya tahu hanyalah kerinduan yang tersisa. Menyisakan rindu akan shalat tarawih, rindu tausiyah para ustadz yang menyejukkan, rindu tadarrus Al-Quran di shaf-shaf dan pojok-pojok masjid, rindu segera menyelesaikan tilawah pada setiap akhir juz, rindu memperbanyak shalat-shalat sunnah; agar bisa bertemu Rasul, rindu menegakkan shalat malam, sahur dan berbuka puasa yang berbeda dari bulan-selain-Ramadhan, rindu berjuang untuk merasakan shalat khusyuk, i'tikaf, muhasabah, rindu melantunkan zikir sepanjang pagi dan sepanjang petang, rindu mereka yang berlomba menawarkan kebaikan, dan rindu berlomba bersedekah dengan umat Islam sedunia. Sebenarnya semua itu bisa dilakukan setiap hari, hanya saja...entah mengapa saat diiringi bulan Ramadhan, semua terasa berbeda. Jadi lebih giat. Dan tentunya bila berakhir, maka rindulah saya.


       Detik-detik terakhir yang penuh rakhmat sejak hilal 1 Ramadhan sampai fajar 1 Syawal, rindu malam-malam bertabur ampunan, rindu siang dan senja bertabur rakhmat dan kasih sayang Allah, rindu malam-malam tanpa setan yang dibelenggu, rindu malam istimewa seribu bulan pembakar dosa. Allaahuakbar, sungguh besar kuasa-Mu. Sesungguhnya hamba sangat kagum akan kuasa-kuasa-Mu yang sangat Agung.



       Yang ketiga, saya ingin berbagi cerita akan hikmah puasa Ramadhan saya tahun ini, semoga bisa menjadi suri tauladan. Puasa Ramadhan tahun ini mengajarkan kepada saya arti dari sebuah kesabaran, selalu bersyukur, dan keikhlasan. Dan juga menghargai siapapun yang sedang berbicara di depan kelas. Siapapun. Tua maupun muda. Dosen maupun mahasiswa.

       Akhir-akhir ini saya mendapat hidayah dari seorang ustadz yang memposting dakwahnya melalui video. Saya sangat terinspirasi dengan video-videonya. Dengan videonya itu, saya jadi lebih mengenal Nabi Muhammad SAW. Perjalanan hijrah dan istiqomahku diiringi wedjangan-wedjangan yang selalu mengingatkanku akan Allah dan Rasul Allah, Muhammad SAW.

       Pada bulan Ramadhan ini, alhamdulillah saya mendapat banyak barokah. Yang awalnya ngaji setengah-setengah, pada bulan ini saya satu hari ngaji satu juz. Selama ini, Allah selalu menyadarkanku untuk tidak berlarut-larut dalam kesedihan seperti dalam peringatanNya kepada Nabi Muhammad. SubhanAllah, terima kasih yaAllah engkau telah menurunkan Al-Qur'an sehingga kami semua tidak tersesat.


       Suatu ketika saat saya sedang menjalankan perkuliahan, ada seorang dosen yang marah pada mahasiswanya. Marah. Sebab mahasiswanya tak mengerti secuilpun apa yang diterangkan beliau. Sebab dia sedang asyik ngobrol dengan temannya. Hal ini membuat saya berpikir bahwa setiap orang yang berdiri. Sedang berbicara kepada kita. Wajib bagi kita untuk mendengarkannya. Hargailah seseorang, maka kau akan dihargai.

       Sayapun bersyukur pula, karena teman-teman saya di kampus sangat menghargai saya. Mereka semua baik. Walau ada beberapa yang tak baik. Saya memiliki banyak teman di kampus, walaupun saya masih suka pergi kemana-mana seorang diri. Teman. Satu hal yang patut disyukuri. Teman. Satu hal yang tak kudapat ketika diri ini masih menduduki sekolah menengah atas. Tapi...saya sudah ikhlas memaafkan mereka yang menyakitiku.

       Disaat saya terpuruk dalam masalah hidup...keduniawian..Allah lah yang selalu menyadarkan saya untuk tidak terlalu terbawa dalam dunia yang fana, karena akhiratku tidak membutuhkan itu. SubhanAllah... Alhamdulillah, Allah selalu bersama saya. Disaat saya melihat orang lain menghina orang lainnya, astagfirullahaladzim... Bila melihat bagaimana rasanya dihina seperti itu, aku berdoa kepada Allah agar Allah senantiasa menjaga lisan dan perbuatanku, agar tak sedikitpun saya menghina dan menyakiti perasaan orang lain. Saya berdoa agar mereka tidak merasakan betapa sakitnya dihina. Karena saya tahu persis rasanya dihina seperti apa.

       Saya tahu.. Saya tidak benar-benar sendiri di dunia ini. Alhamdulillah, saya masih punya Allah. Dialah satu-satunya pelitaku. Allah, hamba sungguh mencintai-Mu.

       Allah lah yang selalu menemani dikala saya berdzikir, dikala saya bersujud ketika tiada bahu untuk tempat bersandarnya kepala, Allah juga yang selalu menemani dan selalu ada disaat saya sudah tak kuasa menahan kesedihan sehingga jatuhlah nestapa ini. Allah lah yang menjadi alasan untuk bersabar, saya bersabar dan ikhlas karena-Nya. Allah selalu menemani kehidupanku yang sederhana. Untuk mensyukuri hikmah di balik ujian, ucapkan "Alhamdulillah", baru.. "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un..." Allah, hamba tahu Engkau selalu ada, Engkau Maha Adil, Engkau tak melihat hamba-hamba-Mu dari segi materi. Allah lah yang selalu menuntun saya untuk bersabar. Sabar, ikhlas, dan selalu meninggalkan jejak-jejak rasa syukurku. SubhanAllah, inikah buah dari kesabaran, ya Allah? Allaahuakbar, kesabaran yang kutanam tidak sebanding dengan hasil yang bisa saya petik. Menjadi pribadi yang suka bersyukur itu perlu kebiasaan. InsyaAllah progress diri ini tak akan berhenti seiring berhentinya pula Ramadhan. Hingga kita bertemu lagi, insyaAllah...diri ini akan menjemputmu kembali dengan ketaatan.


       Alhamdulillah, saya mendapat hikmah untuk 'lebih' sabar, ikhlas, dan selalu bersyukur.


      La tahzan, innAllaha ma'ana. Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita. Tak usah memikirkan urusan dunia yang merepotkan, karena dunia tidak memikirkanmu. Dunia ini fana, Akhiratlah yang kekal. Perbanyak bekal untuk akhiratmu. Apabila dunia ini hanya persinggahan, lalu mengapa kita tak perbanyak bekal untuk kehidupan yang selanjutnya?


“Lihatlah ke atas untuk berdoa dan belajar akan sesuatu hal yang baru, lihatlah ke bawah untuk rendah hati dan senantiasa bersyukur, dan lihatlah sekeliling untuk bernalar dan beradabtasi.”


Semoga bermanfaat untuk diambil hikmahnya.


       Yang keempat, untuk teman-teman khususnya yang beragama Islam...

Semoga semua amal dan ibadah kita diterima oleh Allah SWT. (aamiin...)

Semoga bila Allah menghendaki, kita akan dipertemukan kembali dengan bulan suci Ramadhan tahun depan. (aamiin aamiin aamiin ya Rabbal alaamiin...)

Semoga ibadah kita pada bulan ini diterima oleh Allah, dan kedepannya kita selalu ingat untuk beribadah karena Allah Ta'ala. (aaaamiiiin...)

Semoga kita semua dapat memetik hikmah dalam puasa Ramadhan kita tahun ini, dan menjadikannya suri tauladan untuk sekarang dan masa depan. (aamiin)

Kelak... Pakaikanlah mahkota di atas kepala kedua orang tua kami, ya Rabb. (Aaaamiiiin)

       SubhanAllah... Allah selalu memberi petunjuk kepada kita semua, tinggal kitanya saja; mau atau tidak memegang teguh hikmah yang telah diberikan kepada kita. Semoga saja kita bisa menjadikan hikmah tersebut menjadi suatu bekal hidup pada tahap kehidupan kita yang selanjutnya. (aamiin...)


      Terima kasih yang sebesar-besarnya.

Sekali lagi, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Mohon Maaf Lahir & Batin. Semoga semua amal&ibadah kita senantiasa diterima oleh Allah SWT.


Wassalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.



-Annisa Miftakhul Janna

Rabu, 01 Juli 2015

How to Forgive Someone in A Life of Anti-mainstream

۩۞۩ سْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم ۩۞۩

"In the name of Allah, most merciful and most benefict."

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh


       Hello guys, hm..me again. I'm here with a new topic. But now we're talking seriously because I have a motivational speech of mine. Been mad with -asam lambung- so sad have to go home earlier at witir time:(. Ok, time flies so I'll start my speech..with now.

       Guys, have you been wondering, at some point of your life, you've been hurt by the words or actions of another person. Unfortunately those hurts often stay with you. If you're holding on anger instead of forgiving...then it's probably hurting you the most. Well, I have some steps how to forgive someone. But I'll tell you a story first.

       My speech tonight is not simply about me, but also being different. I have chosen this topic because..tonight my fears are running out inside my head again. 'Those' voices are still playing inside my head. So I don't want anyone of you got some problem like me.
You-know-what guys, life is the anti-mainstream one. Everything changes. The weather changes, year changes, time changes, day changes, the age changes. But seems like everybody around me...have no change. That's why I said life is the anti-mainstream one.
I think, it all started when I was 16th years old in my 11th grade of high school. That was about the time that I started to observe people's behaviour in a new class. There was me, talking with 7 guys but I was not paying attention. Then I suddenly said, "You know guys, Im pretty disappointed with your 'adult' words." I knew they were talking about me, my bad. They were laughing at that time.


       I always thought that being an adult was a lot different from being a kid. But for me, everyone seemed to behave they were still teenagers. They were bullying each other. Nobody seemed to be outstanding in any way. and still, at the age 17th of mine, there was no change. Looks like, they don't dare to be different. They enjoy theirs. They were laughing at that time, I was wondering if they will get laughed in soon. Well me hm..I'd rather being different. What does being different mean? Being different means..being willing to take a chance, asking why, and making your own track. at least, being the person that you were meant to be. I do believe that everyone is born unique. Well sounds a good sense. lol.

       Everyone wants to be happy in life. Want to life a perfect life. We want that great job or a successful business. We want to be married to Mr. Right or Mrs Perfect. We want to have great kids. We want to have friends that stick by us come rain or shine. We want to be able to have all the material things life has to offer and have all our problems just disappear. In Indonesian, humans are "banyak maunya". But not for me. I'm happy with all the things that I have. Enjoying every second on it makes me feel a little deep calm. I'm not that a rich woman. I'm not that a man who lives his perfect life. I'm not that beautiful girl that always looks at mirror. But I'm me. I have my own life. Guys, you all may say that life is hard, life is difficult. Everybody wishes for good life. It may be at different levels. One person may define a good life one way and another may describe it another way. For one person a good life may be just having three meals a day and a roof over their head. For another it may be having a huge mansion and a couple of million dollars in the bank. Depends on what mind the wishes come from. In life you will have difficulties to get anything you want. It is very rare to get anything in life without some degree of effort. Only if you win the lottery will you have everything without effort, and even then you would have had to go out and buy the lottery ticket anyway so it's not free at all.
Life is hard, seeing awkwardly for everytime you get bullied.

       I am not saying that you are not justified in feeling the way that you feel. I know you have had it tough at times. I know that at times you feel that it's all very confusing and just too hard. I mean you have worked very hard. You've done all that you possibly could in your life whether it is at work or at home. But things just don't seem to have worked out as well as you had planned or hoped. It all just seems to have gone wrong and you don't know or understand how or why.

But that's okay. It's life, face it. It's normal. That's what being human is all about. That's what life is all about. Life is hard. Accept that.

       Here:
"You make mistakes, just like everybody else. You're not perfect, just like everybody else."

       I always hold my perception that, I can make it better, in my own way. If life hands you lemons, make lemonade.
Accepting that life is hard comes with accepting that you have the responsibility to make it better. Not only do you have the responsibility to make it better, you have the ability and the power to make it better. Learn how to raise, how to turn around, how to improve your self esteem, how to gain your self-confidence, and how to gain some 'extraskills' to beat your enemies with some good expectations. good achievements.


       You see, the only person you have any control over is yourself. So why have you gone mad in times. It's not a day's job. Take care of yourself, take care of everyone's feeling. Embracing forgiveness offers many benefits. I think..it's time to learn more about forgiveness and the steps you need to take to truly forgive someone who's wronged you.

Forgiving Yourself 

Before you figure out how do I forgive someone, you need to learn how to forgive yourself for hurting someone else.
Tip #1 – Begin Accepting Your Flaws – First, you need to begin accepting your flaws. Realize that you're not perfect, but that's okay. Everyone has flaws. Everyone makes mistakes. You are continuing to grow as a person, so you need to accept your mistakes and then, forgive yourself.
Tip #2 – Realize That You’re Still a Good Person – Even if you messed up, realize that you’re still a good person. Don’t let guilt or shame eat you up inside.
Tip #3 – Ask to Allah – Allah is your home. Ask Allah, and Allah will forgive your mistakes. :")

Steps for Forgiving Someone Else 

How do you forgive someone? If you’re having a tough time figuring out how to truly forgive someone, the following steps may prove helpful.
Step #1 – Be Inspired By Others Who Have Forgiven – If you're trying to forgive someone, be inspired by others who have forgiven individuals who hurt them. When you see others forgive, it's easier for you to let go and forgive someone who has injured you.
Step #2 – Learn to Be Empathetic – While you may never agree with the way the other person hurt you, it helps to learn to be empathetic towards that person. Think about what it's like being in that person's shoes. When you learn to be empathetic, you may understand why that person acted the way he did, even if it hurt you.
Step #3 – Eliminate Negative Feelings – Eliminate the negative feelings that you feel towards the person who hurt you. Negative feelings will only hurt you, so release them so you can begin moving forward.
Step #4 – Ask for Help if Needed – In some cases, it may be difficult to figure out how to forgive someone on your own, especially of the person hurt you repeatedly or the hurts were very traumatic. You may need some help to work through your feelings. A professional therapist can help you through the process of acknowledging your feelings and working through the process of forgiveness.


       In closing I just wanna say don't get that over-think so bad. Forgive yourself, forgive someone else. Your life is a beautiful one. Enjoy the every second on it. Eventough you have got those anti-mainstream difficulties, life goes on..steady as like as beating drum. That's all. This article written when I'm -in that- good-emotional-minded, well it runs my head sometimes,lol. Ok, Thanks^^. Hope it works:).
Wassalmu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, have a good night.


Selasa, 30 Juni 2015

Analisis Mendalam Tentang Curcol

                                 ۩۞۩ سْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم ۩۞۩

Bismillahirrahmanirrahiim..

       Assalamu'alaikum pembaca setia semuanya, balik lagi dengan detektif 007😉. Kali ini kita akan bahas artikel tentang cara-cara curcolers curcol di dunia maya, haha😅. Dibuat fun aja ya. Kata-per-kata dalam artikel ini 'sengaja' tidak dibuat formal, jangan. ntar mbrojol. Cekidot!


       Sebelumnya aku mau tanya sesuatu ke kalian, kalian masih ingat nggak sama buku diary kalian? Buku yang dulu kalian buat curcol ampe nangis darah?😅 Kalian bisa bayangin perasaannya doi nggak? Mulai dianggurin, mulai dilupain. Bahkan mungkin ketika kamu ditanya bagaimana keadaan buku diarymu sekarang, kamu bakalan gabisa jawab.

       Memang buku diary sekarang menjadi terlupakan. Sejalan dengan perkembangan zaman yang menciptakan dunia maya yang memanjakan. Sekarang curcol diam-diam pun bisa, tidak perlu pakai buku diary, karena sekarang bisa pakai......
                                                                         🐣 Facebook

🐣 Twitter

                                                                         🐣 Path-yang-diaplot-ke-twitter

                                                                         🐣 Dan berbagai medsos yang lain

       Tinggal pasang kata-kata. Beres. Gampang. Ga perlu nulis ke diary. Namun kenyataannya, sebegitu mudahnya-pun...masih banyak orang yang mikir-mikir dahulu sebelum curcol. Mikir berkali-kali. Takut ketahuan. Aneh. Biasanya sih digunakan untuk para penyebar kode-kode pramuka untuk targetnya. Aneh banget. Doi pengen perasaannya diketahui sang target, tetapi terlalu takut untuk -bahkan cuma- ngasih kode. 

Gara-gara fenomena itu tadi, terbagilah curhatan curcolers dalam beberapa tingkat:

Nomention



       Omaigat! Orang-orang dengan tipe ini termasuk dalam kategori frontal. Lubus frontalis. Eh.... bentar deh, kok nyambungnya kemana-mana. Hm. Orang dengan tipe frontal biasanya ngetweet nomention. Takutnya kalo doi ngetweet buat si A, eh yang ngerasa si Z. Ampun banget kak. Oke lanjut...Frontal gak sanggup. Maka dengan nomention-lah, para curcolers jenis ini kode-mengkode. Terlalu terselubung takut doi nggak baca. Cara tahu kodenya nyampe apa nggak, doinya ngerasa apa enggak, trus...bales pake nomention juga apa enggak. Hahahahah, makanya bismillah dulu deh kalo mau ngode.

       Sayangnya, ngetweet nomention bisa nyasar kemana-mana. Siapa yang di-nomention-in, siapa yang ngerasa. Lalu drama korea. Gitu. 

Ngeshare Memori Path ke Twitter


       Cara jenis ini...sama aja seperti ngetweet nomention. Cuma lewat Path trus disambungin ke Twitter. Lagu biasanya. Pengennya sih mungkin liriknya dibaca ama doi. Apalagi yang biasanya nyindir mantan. Lagu kenangan mantan. Apa-apa mantan. Hm...penulis sih gapunya mantan. Jadi ga baper-baper amat kalo ngomongin soal mantan. #SalamBaper eh..lemper ya?!?! *ditonjok galmoners* (baca: gagal move-on)

Retweet


        Yang suka main Twitter pasti tau nih, ini fitur buat apaan. Ya. Jaman sekarang curhat semudah menekan tombol retweet di smartphone. Biasanya ketika para curcolers curcol lewat retweet pake ditambahin embel-embel 'nah' 'wk' 'ini bener' ataupun 'ikilo wocoen' (Astaghfirullah yang terakhir kasar amat yak bahasanya,wkwk). Ada juga yang ngedit tweetnya biar sama persis sama apa yang dirasain. Dengan menambahkan embel-embel 'RTedit'. Hadeuh. Hahah kalo detektif menganalisa sih, tipe pencurcol seperti ini bisa dikatakan penakut, pemalu, bisa juga males. Males ngetik.

Favorite

       Ketika kamu nggak berani ngetweet nomention, nggak berani ngeretweet tweet orang lain yang keadaannya sama seperti kamu, maka....fitur favorite di Twitter-lah solusi yang paling cocok. Favorite aja deh....penulis banget. Istilahnya tweet less, favorite more. Kasian banget tipe orang yang seperti ini. 

"Hm...itu tab favorite atau buku diary? Kok isinya curcol-curcolan gitu?"

Suram. Orang yang curcol pake fitur favorite Twitter terkadang berharap profilenya distalk, trus dipantengin tab favoritenya. Nguimpi! Hahaha, eniwei..mungkin gak gaes menurut kalian?😂

Sekedar Like

       Guys...mungkin nggak sih jika curcolers ngelike suatu status di fb, trus muncul di beranda? Sejak kapan yak?😂 Mungkin saya juga termasuk dalam tipe curcolers yang begini ini. Sekedar like suatu status yang menggambarkan isi hati. Buset. Haha. Untungnya sejauh ini setelah ngelike ga bakal muncul ke beranda fb. Coba aja buat yang ga berani nulis status fb! *devil laugh emoticon*

       Paling berani....ya ngeshare status yang dimaksud itu ke beranda Facebook. Tapi mungkin mikir-mikir dulu ya. Awas ketahuan. Awas salah sasaran. Awas, ntar drama. Hahahahah

Lewat Capture-an

       Ngecapture statusnya Tere Liye, Mario Teguh. Curcolers tipe ini termasuk rendah keberanian. Dia hanya berani mengumpulkan semua data yang menurutnya pas banget sesuai keadaannya. Dipendem di galeri. Curhatan-curhatannya dipendem. 

       Palingan kalo berani, itu capturan cuma bisa dijadikan profile picture doang. 

Lewat Notepad

       Ininih....tingkat curcol yang paling rendah. Biasanya baper-baperannya dilakukan sebelum tidur. Habis stalking dengan emotikon wajah yang lucu, eh....mendapat hasil yang tidak diinginkan. Dan...menulislah para curcolers di notepad handphone. Atau nulis artikel di blog yang melambangkan perasaan para curcolers. (Btw...penulis nggak lagi curcol loh, eh..entah sih😂 *digebukin massa*)

Pengennya dikirim, tetapi dia nggak punya: keberanian. 

Curhat dengan Yang Maha Kuasa

       Nah....ini baru yang namanya curhat. Sebaik-baik curhat harusnya bersama Allah. Dekatkan jiwa raga, hati, dan pikiran hanya kepadaNya. Lakukan semua hal positif atas dasar karenaNya. Hanya karenaNya. Shalat sunnah, membaca Al-Qur'an, berdiam diri dalam sholawat bisa membuat hati jauuuh lebih tenang dibanding ngeshare kegalauan kesana kemari. Ingat gaes, jangan sering-sering curcol di medsos. Terutama yang galau. Pegang ini, 



WOW, faktanya emang we-ow-we guys. Tapi beneran, penulis ga boong. Sudah penulis tanyakan pada guru agama^^. Jadi....hayo yang galau...ibadahnya sudah bener ga tuh? Yuk kita mendekatkan diri kepada Allah. Yang ngganggur diam-diam monggo tadarus atau sholawatan. InsyaAllah hati menjadi tentram dan sejuk :)

       Jadi kesimpulannya, zaman sekarang kalo mau tahu perasaannya seseorang, bisa semudah mengecheck tab favorit Twitternya, tweetnya, buka galeri hp tentang capturescreen chat, gambar, quotes. Halah Halah hahah. 

       Sebenernya ada juga sih yang curhat di blog kaya detektif misterius ini tapi itu termasuk yang memiliki keberanian dan juga sesuatu yang positif. Dia bisa meminimalisir kegalauan dengan membuat sesuatu. Terlebih jika artikel yang dia buat bermanfaat bagi orang lain. Terlebih lagi bila meningkatkan emosi positifnya. Itu akan lebih baik. Berkarya dalam hal apapun. 

Jadi....kesimpulan dari kesimpulannya adalah.....

"Kita semua butuh media untuk mengeluarkan isi hati dan pikiran."


Kurang lebih itu aja yang ingin penulis-semi-detektif sampaikan. Kata curcol menurut saya lucu. Jadi artikel kali ini dibuat lucu aja, jangan ngambek ya. Ntar baper trus drama!😅 Hm segitu aja deh. Maaf bila ada salah kata dalam penulisan artikel ini. Semoga bermanfaat! Mohon pamit. Wassalamu'alaikum😉 😊