Selasa, 06 Maret 2012

Kost di Rumah Bekas Kejadian Bunuh Diri

Hai, salam kenal. Namaku Dian (samaran), ini share pertamaku di KCMMBS, jadi ditunggu banget komentarnya ya. Ini bukan cerita pribadiku, tapi cerita ini benar2 terjadi. Yang mengalami itu adalah salah satu kawan kuliahku, sebut saja Imah.

Mungkin kalian juga udah pada tahu kalau biasanya pasca menjalani UN, anak2 SMA banyak yang mendaftar bimbel di kota2 besar. Hal itu juga yang dilakukan temanku dan beberapa koleganya. Singkat cerita, mereka berlima kost di dekat LBB di daerah Malang. Mereka menempati dua kamar, berisi tiga dan dua orang. Kebetulan salah satu teman Imah punya indra keenam, dia bisa liat hal2 gaib disekitarnya.

Awalnya sih mereka cuma diganggu sama aroma bunga yang wangi banget gitu di kamar kos masing2, tapi lama2 jadi makin parah. Bahkan sampai HP 2 teman Imah yang jadi sasaran (yang diganggu adalah yang lagi punya masalah sama pacar masing2), tiba2 aja ada panggilan tak terjawab dari teman-temannya itu tadi. Padahal mereka semua mengaku sudah tidur lelap malam itu dan tidak ada yang iseng misscall ke nomer dua anak itu.

Kejadian lainnya yaitu ketukan di pintu2 kamar kos mereka saat malam hari, dan juga kejadian di kamar mandi kos. Imah bilang padaku, kadang sering ada angin berhembus yang dingin banget dan tiba-tiba aja ada aroma wangi bunga ketika mereka di dalam kamar mandi. Padahal tidak ada lubang angin yang cukup besar untuk angin sekencang itu di dalam kamar mandi.

Sampai suatu ketika salah satu teman Imah bermimpi tentang seorang cewek yang intinya memberitahu bahwa di dalam lemari kos ada satu foto tentang cewek itu. Karena mereka penasaran, besoknya mereka cari2 dan ternyata emang bener ada! Foto itu adalah foto masa kecilnya gitu deh kayaknya. Lama2 teman Imah yang punya indra keenam tadi cerita sama yang lain kalau emang ada makhluk gaib di kost itu dan dia bilang sudah berkomunikasi dengan cewek itu.

Ternyata cewek itu dulu bunuh diri di tangga kost dengan cara lompat ke bawah karena suatu masalah sama cowoknya. Hal itu juga yang jadi sebab dia getol ganggu anak kost yang lagi punya masalah sama cowoknya. Dan hantu cewek itu bilang kalau dia gak maksud ganggu, cuma dia kesepian aja, makanya nyari teman yang ada di kost itu.

Misteri Rumah Baruku

Peristiwa ini terjadi saat aku dan seluruh keluargaku pindah rumah . rumah yang kami tempati itu terletak jauh dari keramaian, tepatnya di sebuah perkampungan yang sepi.

Tepat disebelah kiri dan kanan rumah itu terdapat sebuah kebun kecil yang ditumbuhi pepohonan yang cukup lebat. Terus terang kondisi rumah itu sangat jauh berbeda dengan rumah kami sebelumnya. Tapi karena sesuatu hal kami terpaksa harus pindah kesana.

Dirumah itu, kamarku sendiri cukup besar. Didalamnya ada telepon pribadi serta tempat tidur baru. Letak kamarku sendiri bersebelahan dengan rumpun pohon bamboo besar yang tumbuh diluar. Bila dilihat dari jauh pohon itu seolah menanungi bagian kamarku dengan ranting dan daunnya yang lebat.

Di kamar itu aku tidur sendirian.

Sebenarnya aku merasa cukup beruntung dengan adanya telepon pribadi di dalam kamarku. Karena dengan begitu aku bisa bebas menelepon maupun menerima telepon dari pacarku yang ada di kota. Memang hampir setiap malam kami saling menelepon . kami selalu memanfaatkan waktu tengah malam untuk menghemat pulsa.

Demikian juga halnya dengan saat itu. Jam di dinding telah menunjukan pada angka satu. Aku dan pacarku masih asyik ngobrol lewat telepon. Tapi tidak seperti biasanya, saat itu hatiku merasa gelisah sekali , aku merasa seperti ada yang mengawasi diriku dari luar kaca jendela. Kebetulan kacca jendela kamarku langsung berhubungan dengan keberadaan bambo besar diluar.

Karena takut ada apa-apa, aku akhiri saja pembicaraan dengan pacarku. Hatiku semakin tidak tenang manakala terdengar suara berisik dari arah luar kamarku . suara itu seperti suara nafas orang yang terengah-engah karena kelelahan. Aku memberanikan diri untuk melihat keluar. Tapi anehnya setelah aku liat ternyata tidak ada apa-apa.

Lalu kututup lagi tirai jendela itu. Anehnya begitu kututup suara itu kembali terdengar lebih keras. Hal ini jelas membuat aku semakin takut. Dalam ketakutan itu, aku berusaha untuk membaca–baca doa. Berbagai macam doa aku baca saat itu hingga aku kelelahan dan akhirnya tanpa sadar tertidur.
Saat hari menjelang subuh, tiba-tibas aku terbangun.

Di telingaku sayup-sayup terdengar suara wanita yang sedang menangis pilu. Semula aku tidak terlalu memperhatikannya karena aku mengira itu suara orang yang sedang mengaji di masjid.

Namun aku baru ingat bahwa tempat tinggalku jauh dari masjid, padahal suara itu terdengar sangat dekat seperti di sebelah rumah. Bahkan lama-kelamaan juga terdengar semakin keras.

Keesokan paginya aku ceritakan hal itu pada keluargaku. Karena itulah kemudian pada malam harinya aku tidur ditemani kakak lai-lakiku. Dan begitu malam telah larut, suara itu pun mulai terdengar lagi. Karena penasaran aku,kakak serta adikku keluar untuk melihat suara apa yang terdengar dari dalam kamarku itu.

Ternyata di luar rumah kami tidak menemukan apa-apa. Yang ada hanya rimbunan pohon bambo yang terlihat sangat menyeramkan.
Kamipun kembali masuk kedalam rumah sambil memendam rasa penasaran. Bahkan suara orang menangis yang terdengar seperti orang yang mengaji juga terdengar manakala menjelang waktu subuh. Padahal waktu kami cek keluar juga tidak ada apa-apa.

Demikian pula saat kami mengecek di masjid terdekat. Pada saat itu kami tidak menemukan ada orang yang sedang mengaji di sana. Rasa penasaran terus menyelimuti hati kami, karena suara tiu seringkali muncul meski tidak setiap hari. Kami masih bingung suara apa yang kami dengar itu. Tapi dari beberapa cerita penduduk di desa itu, kebanyakan meraka mengatakan kalau rumah yang kami tempati itu sangat angker.

Sejak dulu tidak ada orang yang berani menempatinya. Karena itulah ibuku senantiasa menyuruhku untuk berdoa agar tuhan selalu melindungi kami. Tapi beberapa waktu kemudian akhirnya kami pindah juga dan kembali ke rumah kami semula.